Mau sedikit bercerita tentang seorang laki-laki (*namanya nanti gue samarin), dia ini adalah GEBETAN dari sahabat gue Echa. Echa suka banget sama si Edo dari jaman dia masih SMP kelas 1 dan si Edo ini SMA kelas 1. Kebetulan mereka satu sekolah, hanya beda tingkatan, SMP dan SMA.
Ceritanya waktu gue sama Echa baru pulang dari Pasar Senen, si Echa ini cerita ke gue (*mengenang masa lalu) tentang siapa aja yang disukai sama dia dari jaman SD hehehehe Nah dia sempat menyebutkan nama Edo, tapi gue sama sekali enggak inget kalo Echa pernah suka sama si Edo ini. Yang gue inget hanyalah waktu Echa naksir sama Kahar hahahaha Kahar ini adalah kakak kelas SMP di SD gue dulu. Gue, Echa dan temen2 gue yang lain, suka di HASUT Echa buat nongkrong di gedung SMP gara2 dia mau ngeliatin si Kahar. Sampai pada suatu saat, kita lulus dari SD. Gue di SMP negeri dan Echa di SMP Islam Swasta.
Nah disanalah si Echa ketemu dengan Edo, setau gue sih. Si Echa enggak pernah bilang ke gue kalo dia pernah naksir sama Edo. Yang gue inget terakhir kali ya cuma dia suka sama Kahar. Dan waktu di angkot perjalanan dari Pasar senen ke Stasiun Kota Echa baru cerita tentang Edo.
Jadi Edo ini adalah seorang AK**L, dan kebetulan sebelum gue jadian sama Razal. Gue pingin banget punya cowok AKMIL atau AKPOL. Dan dengan adanya si Edo ini, gue sempet berfikir "Jalan gue buat dapet pacar anak AK**L terbuka lebar nih!" masalahnya si Echa cerita ke gue kalau dia lumayan deket sama Edo. Alhasil gue minta lah ke Echa nomer handphone nya si Edo.
Weekend gue iseng ngesms dia (*Baca : BASA BASI BUSUK) nanya2 biasa dengan PD nya meskipun gue enggak kenal. Dan dia janji mau ngenalin gue ke temennya (ITU YANG GUE INGET! Hahaha)
Hari demi hari berlalu, gue udah jadian nih sama Razal. Dan si Edo curhat sama gue di Chat FB ngomongin cewek. Ceritanya dia bimbang menentukan 1 diantara 2 cewek. 1 cewek yang udah lama dia kenal, yang kedua adalah cewek yang baru dia kenal.
Abis curhat itu, sekitar 2 bulanan gak nyampe, gue chatting sama dia lagi. Nanya kapan dia pulang, soalnya cowok gue udah pulang dan udah sempet ketemu. Dan dia bilang "Gue udah di Jakarta kali, tapi sekarang gue lagi di Cinere". Oke! Dan gue langsung memberitahukan kabar bahagia itu ke Echa, selaku si penunggu cinta si Edo dari jaman baheula HAHAHAHAAHAHAHAHAHAHA
Dan DARI KATA CINERE ITU GUE MULAI KESEL SAMA DIA!
Gue baru tau kalau dia adalah orang yang tidak bisa menghargai orang lain.
Enggak perlu gue ceritain kenapa, karena itu adalah aib dari seorang EDO!
Dan Echa pun sudah mengetahui hal itu. Dan dia akan mencoba untuk melupakan Edo Hahahahahaha
July 27, 2010
July 10, 2010
Aku dan Kamu
Aku selalu ingin kamu tau,
Bahwa aku berdiri disini untuk menunggumu.
Dan aku selalu berharap,
Agar kamu juga selalu berdiri disana untuk menungguku.
Aku selalu ingin kamu tau,
Bahwa aku menitikan airmata ini hanya untukmu.
Dan aku selalu berharap,
Agar kamu juga menitikan airmatamu hanya untukku.
Aku selalu ingin kamu tau,
Bahwa aku selalu mendoakan mu disetiap sholatku.
Dan aku selalu berharap,
Agar kamu juga mendoakan ku disetiap sholatmu.
Aku selalu ingin kamu tau,
Bahwa aku tak pernah sedikitpun membencimu.
Dan aku selalu berharap,
Agar kamu juga tidak pernah sedikitpun membenciku.
Aku selalu ingin kamu tau,
Bahwa aku tak pernah sedikitpun berhenti memikirkanmu.
Dan aku selalu berharap,
Agar kamu juga tidak pernah sedikitpun berhenti memikirkanku.
Aku selalu ingin kamu tau,
Bahwa aku tak ingin melihat dan membuatmu sedih.
Dan aku selalu berharap,
Agar kamu juga tidak ingin melihat dan membuatku sedih.
Aku selalu ingin kamu tau,
Bahwa dirimulah nafas dari setiap hidupku.
Dan aku selalu berharap,
Agar kamu juga menjadikanku nafas dari setiap hidupmu.
Aku selalu ingin kamu tau,
Bahwa dirimulah salah satu penyemangat hidupku.
Dan aku selalu berharap,
Agar kamu juga menjadikanku salah satu penyemangat hidupmu.
Aku selalu ingin kamu tau,
Bahwa dirimulah pengantar kesuksesan hidupku.
Dan aku selalu berharap,
Agar kamu juga bisa menjadikanku sebagai pengantar kesuksesan hidupmu.
Dan aku-pun selalu ingin kamu tau,
Bahwa Hari ini, esok dan entah sampai kapan aku selalu menyayangi dan mencintaimu.
Dan aku-pun selalu berharap,
Agar kamu juga bisa menyayangi dan mencintaiku hari ini, esok dan entah sampai kapan.
July 09, 2010
Ciri-ciri SOULMATE
Arian Sarris, seorang pakar relationship sekaligus penulis buku 21 Ways to Attract Your Soulmate, memaparkan beberapa pertanda untuk meyakinkan diri bahwa seseorang memang benar-benar pasangan hidup kita. Tentu, hanya Allah-lah yang berhak menentukannya, tetapi bagaimana kita dapat tahu bahwa dialah jodoh kita yang sebenarnya? Bagaimana kita bisa mendapatkan keteguhan hati setelah memintal doa dan harap dipanjatkan untuk kemudian meyakini diri bahwa dialah jodoh kita? Beberapa pertanda di bawah ini, mungkin bisa menjadi suatu pertimbangan:
Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan kecil atau besar. Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain. Jika Anda telah merasakan hal tersebut, maka selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda.
Pertanda 2
Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu Anda, baik itu masa lalu keluarga Anda, maupun masa lalu Anda saat bersama dengan kekasih terdahulu. Dia juga bersikap jujur dan tak malu-malu untuk menceritakan masa lalunya kepada Anda. Jika sudah demikian, berarti dia telah siap untuk membuka lembaran kehidupan baru bersama Anda dan siap menerima Anda apa adanya.
Pertanda 3
Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat? Jika tidak, [maaf] kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.
Pertanda 4
Adanya kontak batin yang membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaannya satu sama lainnya pada situasi-situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan.
Pertanda 5
Bersamanya dapat membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa ada sedikitpun perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu, dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat dan tak dapat terpisahkan.
Pertanda 6
Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS datang menyerang? Dia tahu keadaan waktu anda sakit. Jika ya, tak salah lagi, dialah orangnya.
Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya padanya. Bahkan pada saat Anda tampil 'buruk' di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.
Pertanda 8
Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tidak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan!
Apakah kedelapan tanda di atas telah Anda temukan pada sosoknya?
Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan kecil atau besar. Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain. Jika Anda telah merasakan hal tersebut, maka selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda.
Pertanda 2
Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu Anda, baik itu masa lalu keluarga Anda, maupun masa lalu Anda saat bersama dengan kekasih terdahulu. Dia juga bersikap jujur dan tak malu-malu untuk menceritakan masa lalunya kepada Anda. Jika sudah demikian, berarti dia telah siap untuk membuka lembaran kehidupan baru bersama Anda dan siap menerima Anda apa adanya.
Pertanda 3
Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat? Jika tidak, [maaf] kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.
Pertanda 4
Adanya kontak batin yang membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaannya satu sama lainnya pada situasi-situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan.
Pertanda 5
Bersamanya dapat membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa ada sedikitpun perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu, dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat dan tak dapat terpisahkan.
Pertanda 6
Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS datang menyerang? Dia tahu keadaan waktu anda sakit. Jika ya, tak salah lagi, dialah orangnya.
Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya padanya. Bahkan pada saat Anda tampil 'buruk' di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.
Pertanda 8
Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tidak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan!
Apakah kedelapan tanda di atas telah Anda temukan pada sosoknya?
From : La Vita e Bella...
June 30, 2010
Monas dan PRJ
Kemarin, tanggal 29-06-10 gue sama temen gue si Echa berangkat dari Rumah ke Halte Busway depan ITC Cempaka Mas. Kita berdua berencana untuk jalan-jalan ke Monas, setelah itu kita ketemuan dengan Nyokap gue jam 3an di PRJ.
Perjalanan ke Monas
Perjalanan awal, gue diturunin di Halte Busway ITC Cempaka Mas sama supir gue (Iwan). Setelah itu dia beserta, Adek gue (Andika), Nyokap dan sepupu gue (Mbak Nita) langsung menuju Sunter. Mereka mampir dulu kerumah sodara gue untuk membicarakan bisnis apa gitu.
Abis bayar biaya Busway Rp. 3500,- gue pun menununggu selama 5 menit baru kemudian Busway yang ditunggu-tunggu pun datang. Setelah 2 halte Busway gue lewati, gue mikir! "Kayaknya gue salah naik Busway!" dan ternyata BENAR! Gue harusnya naik Busway ke arah Harmoni, bukan ke arah Kalideres. Alhasil gue turun di halte Pasar Senen. Gue naik lagi lah Busway ke arah Harmoni. Perjalanan naik Busway dengan berdiri pun gue jabanin.
Ketololan kedua adalah, sebelum sampai Harmoni SEHARUSNYA gue turun di halte Gambir kalau gue mau ke Monas. Tapi dengan bodohnya, gue gak sadar dan hanya diam setelah halte Masjid Istiqlal pun terlewati. Pas di Halte Juanda gue baru sadar, kalau gue udah GOBLOK banget hari itu!
Gue pun turun dari busway pas di pemberhentian terakhir (Harmoni). Dan gue melanjutkan naik Busway lagi ke arah Blok M dan turun di Halte Monumen Nasional.
Sampai di Monas
Didepan gerbang Utama Monas, ada pamflet Demo hahahhaa Gue sempet-sempetin dulu foto didepan pamflet demo itu hihihihi
Sesampai di Monas, gue pikir bakalan sepi. ENGGAK TAUNYA, RAMA BANGET! Ada rombongan anak SMP dari luar kota dan rombongan SMA dari luar kota juga. Untuk antri sampai bisa naik keatas monas pun PANJAAAAAAAAANNNNNGGGGGGG banget! Alhasil, gue hanya duduk2 di lantai bawah guling-guling di lantai dan kayang disana.
Abis selesai kayang, enggak lama gue jalan keluar dari Monas. Sebelum berencana menuju ke Halte Busway terdekat, gue dan Echa pun berfoto-foto di Relief Patung dideket pintu masuk dari lorong bawah tanah. Setelah berhasil NYIPOK anak SD, gue pun berjalan menuju Halte Busway, soalnya udah jam 2 siang. Takutnya macet kalo mau ke PRJ.
Perjalanan ke PRJ
Dari monas gue jalan nyari halte busway terdekat, yang ternyata adalah Halte Busway Gambir 1. Gue naik Busway dari situ, tadi niatnya mau ke arah Jembatan Merah dan naik Angkot 53 supaya sampai di PRJ. Tapi karena jaraknya Lumayan Jauh, gue mengurungkan niat dan bertanya kepada mas-mas Busway (yang tidak seganteng Mas Danang Setya hehehe)
Gue : Mas kalo mau ke PRJ naik Busway nya dari mana?
Mas Busway : Naik dari sini, tapi transit dulu di Harmoni, nanti dari Harmoni naik ke arah Pulo Gadung dan turun di Halte Balai Kota. Abis itu jalan aja ke Parkitan Irti. Dari situ disediakan Busway untuk ke PRJ gratis!
Gue : Oh gitu ya? Makasih deh ya mas.
Gue dan Echa pun nunggu Busway, setelah Busway nya dateng dan lagi-lagi harus berdiri Busway nya pun jalan. Rute yang ditempuh : Gambir 1 - Istiqlal - Juanda - Pecemongan - Harmoni.
Dari Harmoni lagi-lagi harus berdiri sampai Halte Balai Kota. DAN LAGI-LAGI SAYA BODOH!
Ternyata, untuk ke Halte Balai Kota. Dari Monas gue bisa JALAN KAKI KESANA! Jaraknya juga enggak jauh dari tempat gue Turun Busway pas mau ke Monas (SIAL!)
Akhirnya gue turun di halte Balai Kota dan berjalan ke Parkiran Irti. Sampai sana, tadaaaaaaa.. Yang ngantri Busway BANYAK SEKALI! Nunggu Busway kurang lebih 10 Menit dan ngaret 30 menit setelah itu Busway nya datang juga. Waktu Busway nya dateng, gue sama Echa langsung deketin Pintu Busway nya dong. Tapi orang-orang disekitar gue ada yang ribut-ribut dibelakang. Enggak taunya mereka minta tiket dari orang supaya bisa Naik Busway itu. Dan tiket yang disediakan itu SANGATLAH TERBATAS! Mungkin cuma ada 30-40 tiket yang dibagikan, sementara yang nunggu hampir ada 100 orangan lebih! Dan parahnya lagi, ada yang bilang kalau BUSWAY YANG MENGANTAR KITA KE PRJ HANYA TERSEDIA 2 BIS! Makin kesel lah gue disitu! Mana ada yang berantem juga waktu pembagian Tiket laknat itu. Antara anak muda dan ibu-ibu. Enggak ngerti juga jalan ceritanya, tapi menurut gue itu Norak!
Saking keselnya gue langsung ngomong kenceng ke Echa, ayo Cha kita naik Busway ke arah Jembatan Merah aja!
Sampai di depan Parkiran Irti, gue pun mikir. Butuh waktu banyak kalau mau ke Jembatan Merah. Dan Echa pun bilang "INDONESIA ITU ENGGAK MUNGKIN VAN NGASIH YANG GRATISAN DENGAN JARAK YANG JAUH! PALINGAN JUGA DARI SINI KE PRJ CUMA 20 MENITAN!"
Akhirnya gue sama Echa naik Taksi dari situ! Dan ternyata bener kata Echa, JARAKNYA CUMA SEKITAR 20 Menitan, kita pun bayar taksi hanya 23 ribu! NYESEL banget! Kenapa enggak gue puas-puasin aja di Monas dulu, jam setengah 3 kurang 15 gue baru nyetop taksi dari depan Monas buat ke PRJ! Kenapa gue harus susah-susah ke Harmoni, terus ngantri di Parkiran Irti cuma buat ngemis 1 tiket Busway yang direbutin RATUSAN ORANG MANUSIA?
Sampai di PRJ
Sampailah gue di PRJ, Gerimis waktu itu. Nyokap, adek dan sepupu-sepupu gue masuk dari pintu D dengan ngantri panjaaaaaanggg banget. Sementara gue dan Echa, masuk tanpa antri dari pintu A. Nunggu lumayan lama di pintu masuk D3 sambil ngeliatin anak cowok yang ketauan nyuri lagi dibentak-bentak sama mas-mas satpam yang jagain pintu PRJ.
Setelah ketemu, perjalan dilanjutkan dengan nyari ATM BCA dan MANDIRI. Atm BCA berkeliaran banyak banget di PRJ, sementara Atm Mandiri, susah dicari. Abis itu baru kita jalan-jalan lagi. Rasa kesel gue udah ilang, lantaran dibeliin 2 pack Momogi rasa Jagung bakar dan Coklat sama sepupu gue Hehehehehehee
Abis itu kita jalan-jalan ngeliat-liat dan makan. Pas makan, gue pesen kwetiau dan rasanya ENGGAK ENAK dan harganya MAHAL! (Kalo makan mahal enak gpp, udah mahal gak enak? Nah Lho?!) Intinya gue di PRJ cuma jalan-jalan, makan dan memli barang-barang yang tidak terlalu banyak. Tadinya gue pikir di PRJ itu ada counter Levis, Lee Cooper, Lea dsb, tapi ternyata Celana Jeans yang dijual MURAH adalah celanan jeans Made in Mangga Dua! Yang menurut gue lebih mahal 20-30 ribu dari yang dijual di Mangga Dua. (Prinsip ekonomi anak kostan! hehe)
Adek gue pun juga ngeluh, karena sepatu touring yang dia mau beli TIDAK ADA YANG MENJUAL disana! Juga Box motor kanan-kiri yang adek gue harapkan dari 2 juta bisa jadi 1 jutaan juga ternyata ENGGAK ADA!
Rada kecewa juga sih sama PRJ tahun 2010 ini, selain barang-barangnya kurang bagus. Barang-barang di Matahari nya juga kelihatan seperti yang tidak laku sekitar 5 bulanan yang lalu yang sengaja di obral jadi 40 ribu, dsb. Yang mendingan cuma Stand Makanan dan Helm. Dan yang gue bingungin, kenapa engak ada helm Array? Yang harganya bisa mencapai harga 1 buah motor? -__-"
Waktu mau pulang terus lewat Hall A deket Stand Helm IRS (Kalo gak salah) Gue menemukan yang lucu, imut2 dan konyol. Yap, Badut Zakumi hahahahhaa.. Kenapa gue bilang nih Badut KONYOL? Liat aja nih foto-fotonya dia! Hahahahhaa
Nb : Intinya, PRJ tahun 2010 ini KURANG BERKESAN bagi gue! Tapi cukup puaslah bisa jalan-jalan disana. Dan untuk Busway yang mengangkut dari parkiran Irti sampai PRJ, itu SANGATLAH TIDAK BERKESAN SAMA SEKALI!
Perjalanan ke Monas
Perjalanan awal, gue diturunin di Halte Busway ITC Cempaka Mas sama supir gue (Iwan). Setelah itu dia beserta, Adek gue (Andika), Nyokap dan sepupu gue (Mbak Nita) langsung menuju Sunter. Mereka mampir dulu kerumah sodara gue untuk membicarakan bisnis apa gitu.
Abis bayar biaya Busway Rp. 3500,- gue pun menununggu selama 5 menit baru kemudian Busway yang ditunggu-tunggu pun datang. Setelah 2 halte Busway gue lewati, gue mikir! "Kayaknya gue salah naik Busway!" dan ternyata BENAR! Gue harusnya naik Busway ke arah Harmoni, bukan ke arah Kalideres. Alhasil gue turun di halte Pasar Senen. Gue naik lagi lah Busway ke arah Harmoni. Perjalanan naik Busway dengan berdiri pun gue jabanin.
Ketololan kedua adalah, sebelum sampai Harmoni SEHARUSNYA gue turun di halte Gambir kalau gue mau ke Monas. Tapi dengan bodohnya, gue gak sadar dan hanya diam setelah halte Masjid Istiqlal pun terlewati. Pas di Halte Juanda gue baru sadar, kalau gue udah GOBLOK banget hari itu!
Gue pun turun dari busway pas di pemberhentian terakhir (Harmoni). Dan gue melanjutkan naik Busway lagi ke arah Blok M dan turun di Halte Monumen Nasional.
Sampai di Monas
Didepan gerbang Utama Monas, ada pamflet Demo hahahhaa Gue sempet-sempetin dulu foto didepan pamflet demo itu hihihihi
Sesampai di Monas, gue pikir bakalan sepi. ENGGAK TAUNYA, RAMA BANGET! Ada rombongan anak SMP dari luar kota dan rombongan SMA dari luar kota juga. Untuk antri sampai bisa naik keatas monas pun PANJAAAAAAAAANNNNNGGGGGGG banget! Alhasil, gue hanya duduk2 di lantai bawah guling-guling di lantai dan kayang disana.
Abis selesai kayang, enggak lama gue jalan keluar dari Monas. Sebelum berencana menuju ke Halte Busway terdekat, gue dan Echa pun berfoto-foto di Relief Patung dideket pintu masuk dari lorong bawah tanah. Setelah berhasil NYIPOK anak SD, gue pun berjalan menuju Halte Busway, soalnya udah jam 2 siang. Takutnya macet kalo mau ke PRJ.
Perjalanan ke PRJ
Dari monas gue jalan nyari halte busway terdekat, yang ternyata adalah Halte Busway Gambir 1. Gue naik Busway dari situ, tadi niatnya mau ke arah Jembatan Merah dan naik Angkot 53 supaya sampai di PRJ. Tapi karena jaraknya Lumayan Jauh, gue mengurungkan niat dan bertanya kepada mas-mas Busway (yang tidak seganteng Mas Danang Setya hehehe)
Gue : Mas kalo mau ke PRJ naik Busway nya dari mana?
Mas Busway : Naik dari sini, tapi transit dulu di Harmoni, nanti dari Harmoni naik ke arah Pulo Gadung dan turun di Halte Balai Kota. Abis itu jalan aja ke Parkitan Irti. Dari situ disediakan Busway untuk ke PRJ gratis!
Gue : Oh gitu ya? Makasih deh ya mas.
Gue dan Echa pun nunggu Busway, setelah Busway nya dateng dan lagi-lagi harus berdiri Busway nya pun jalan. Rute yang ditempuh : Gambir 1 - Istiqlal - Juanda - Pecemongan - Harmoni.
Dari Harmoni lagi-lagi harus berdiri sampai Halte Balai Kota. DAN LAGI-LAGI SAYA BODOH!
Ternyata, untuk ke Halte Balai Kota. Dari Monas gue bisa JALAN KAKI KESANA! Jaraknya juga enggak jauh dari tempat gue Turun Busway pas mau ke Monas (SIAL!)
Akhirnya gue turun di halte Balai Kota dan berjalan ke Parkiran Irti. Sampai sana, tadaaaaaaa.. Yang ngantri Busway BANYAK SEKALI! Nunggu Busway kurang lebih 10 Menit dan ngaret 30 menit setelah itu Busway nya datang juga. Waktu Busway nya dateng, gue sama Echa langsung deketin Pintu Busway nya dong. Tapi orang-orang disekitar gue ada yang ribut-ribut dibelakang. Enggak taunya mereka minta tiket dari orang supaya bisa Naik Busway itu. Dan tiket yang disediakan itu SANGATLAH TERBATAS! Mungkin cuma ada 30-40 tiket yang dibagikan, sementara yang nunggu hampir ada 100 orangan lebih! Dan parahnya lagi, ada yang bilang kalau BUSWAY YANG MENGANTAR KITA KE PRJ HANYA TERSEDIA 2 BIS! Makin kesel lah gue disitu! Mana ada yang berantem juga waktu pembagian Tiket laknat itu. Antara anak muda dan ibu-ibu. Enggak ngerti juga jalan ceritanya, tapi menurut gue itu Norak!
Saking keselnya gue langsung ngomong kenceng ke Echa, ayo Cha kita naik Busway ke arah Jembatan Merah aja!
Sampai di depan Parkiran Irti, gue pun mikir. Butuh waktu banyak kalau mau ke Jembatan Merah. Dan Echa pun bilang "INDONESIA ITU ENGGAK MUNGKIN VAN NGASIH YANG GRATISAN DENGAN JARAK YANG JAUH! PALINGAN JUGA DARI SINI KE PRJ CUMA 20 MENITAN!"
Akhirnya gue sama Echa naik Taksi dari situ! Dan ternyata bener kata Echa, JARAKNYA CUMA SEKITAR 20 Menitan, kita pun bayar taksi hanya 23 ribu! NYESEL banget! Kenapa enggak gue puas-puasin aja di Monas dulu, jam setengah 3 kurang 15 gue baru nyetop taksi dari depan Monas buat ke PRJ! Kenapa gue harus susah-susah ke Harmoni, terus ngantri di Parkiran Irti cuma buat ngemis 1 tiket Busway yang direbutin RATUSAN ORANG MANUSIA?
Sampai di PRJ
Sampailah gue di PRJ, Gerimis waktu itu. Nyokap, adek dan sepupu-sepupu gue masuk dari pintu D dengan ngantri panjaaaaaanggg banget. Sementara gue dan Echa, masuk tanpa antri dari pintu A. Nunggu lumayan lama di pintu masuk D3 sambil ngeliatin anak cowok yang ketauan nyuri lagi dibentak-bentak sama mas-mas satpam yang jagain pintu PRJ.
Setelah ketemu, perjalan dilanjutkan dengan nyari ATM BCA dan MANDIRI. Atm BCA berkeliaran banyak banget di PRJ, sementara Atm Mandiri, susah dicari. Abis itu baru kita jalan-jalan lagi. Rasa kesel gue udah ilang, lantaran dibeliin 2 pack Momogi rasa Jagung bakar dan Coklat sama sepupu gue Hehehehehehee
Abis itu kita jalan-jalan ngeliat-liat dan makan. Pas makan, gue pesen kwetiau dan rasanya ENGGAK ENAK dan harganya MAHAL! (Kalo makan mahal enak gpp, udah mahal gak enak? Nah Lho?!) Intinya gue di PRJ cuma jalan-jalan, makan dan memli barang-barang yang tidak terlalu banyak. Tadinya gue pikir di PRJ itu ada counter Levis, Lee Cooper, Lea dsb, tapi ternyata Celana Jeans yang dijual MURAH adalah celanan jeans Made in Mangga Dua! Yang menurut gue lebih mahal 20-30 ribu dari yang dijual di Mangga Dua. (Prinsip ekonomi anak kostan! hehe)
Adek gue pun juga ngeluh, karena sepatu touring yang dia mau beli TIDAK ADA YANG MENJUAL disana! Juga Box motor kanan-kiri yang adek gue harapkan dari 2 juta bisa jadi 1 jutaan juga ternyata ENGGAK ADA!
Rada kecewa juga sih sama PRJ tahun 2010 ini, selain barang-barangnya kurang bagus. Barang-barang di Matahari nya juga kelihatan seperti yang tidak laku sekitar 5 bulanan yang lalu yang sengaja di obral jadi 40 ribu, dsb. Yang mendingan cuma Stand Makanan dan Helm. Dan yang gue bingungin, kenapa engak ada helm Array? Yang harganya bisa mencapai harga 1 buah motor? -__-"
Waktu mau pulang terus lewat Hall A deket Stand Helm IRS (Kalo gak salah) Gue menemukan yang lucu, imut2 dan konyol. Yap, Badut Zakumi hahahahhaa.. Kenapa gue bilang nih Badut KONYOL? Liat aja nih foto-fotonya dia! Hahahahhaa
*Masih Jaim*
*Sedikit ngaco*
*Jaim lagi*
*Mulai Sok Oke*
*PALING KACAU!*
Nb : Intinya, PRJ tahun 2010 ini KURANG BERKESAN bagi gue! Tapi cukup puaslah bisa jalan-jalan disana. Dan untuk Busway yang mengangkut dari parkiran Irti sampai PRJ, itu SANGATLAH TIDAK BERKESAN SAMA SEKALI!
June 28, 2010
Kota Tua
Hari ini gue main ke Kota tua, start jam setengah 8 pagi gue sama Echa ketemuan di Halte Busway Pasar Rebo. Enggak langsung naik Busway, jam setengah 9 kita baru naik busway. Dari ajm 8 sanpai setengah 9 kita ngobrol-ngobrol dulu. Si Echa curhat tentang pacar si Erdi, juga gebetannya jaman SMP namanya "Asgar" (Nama disamarkan! hehe) dan gue pun cerita tentang pacar gue Razal.
Jam setengah 9 kita baru berdiri dan jalan menuju busway, berdiri dari Pasar Rebo sampai Kp. Melayu. Untung dari Kp. Melayu sampai Pal Putih kita duduk hehehe Nah, kita transit di Pal putih dan ngelanjutin transit ke Harmoni, dari Harmoni baru kita sampai di Stasiun Kota.
Sesampainya di Stasiun Kota, gue dan Echa pun jalan lewat jalanan Bawah tanah menuju ke Museum Fatahillah. Sampai di Museum Fatahillah kami pun berfoto-foto sebelum akhirnya kami tawar-menawar dengan abang-abang yang menyewakan sepeda untuk berkeliling wisata kota tua, mulai dari Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bahari, Jembatan Kota Intan (Jembatan Merah), Toko merah dan terakhir kembali lagi ke Museum Fatahillah.
Setelah tawar menawar harga sewa sepeda, kami pun sepakat dengan harga 50 ribu untuk 2 buah sepeda sekaligus menyewa abangnya untuk menjadi pemandu wisata kami. Dan kami pun langsung berangkat menuju Pelabuhan Sunda Kelapa. Perjalan ke arah Pelabuhan Sunda Kelapa benar-benara mengerikan. Selain banyak sekali Truk-truk besar yang menuju Pelabuhan, motor-motor yang melintas-pun tidak mau mengalah kepada pengguna sepeda, karena jalan ke arah Pelabuhan itu sedang diperbaiki, maka di perempatan Pelabuhan diadakan sistem Buka-Tutup.
Di Pelabuhan Sunda Kelapa ini kami diberikan pengetahuan oleh abang sepeda tentang asal muasal nama Sunda Kelapa, dan tentang Sejarah Kota Jakarta. Tak lupa, kami pun berfoto-foto disana.
Setelah dari Pelabuhan Sunda Kelapa, kami pun melaju dengan sepeda kami ke Museum Bahari. Biaya yang dikeluarkan untuk masuk kedalam Museum Bahari sangatlah murah. Hanya sebesar Rp. 2000,- saja.
Disana Abang sepeda pun menjelaskan beberapa barang pada jaman dulu yang masih dengan baik dijaga di museum tersebut. Seperti kail ikan, peta pulau dan sebaginya. Di Museum Bahari juga terdapat Relief yang dibuat dengan menggunakan Gabus. Namun jika dilihat dari jauh, tidak tampak seperti Gabus.
Abang sepeda itu pun menjelaskan tentang sebuah Lukisan Foto wanita (sepertinya itu CUt Nyak Dien) yang ada di lantai 2. Dia berkata, "Ini dulu tempat syuting Dunia Lain". Saya pun merasakan hawa yang berbeda begitu masuk kedalam ruangan itu. Dingin dan tampak Mistis. Begitu kami keluar dari ruangan itu, abang sepeda itu pun berkata "Coba deh di cek lagi foto yang tadi didepan lukisan, ada gak gambarnya" begitu gue cek ternyata "ADA". Abang itu pun hanya senyum-senyum. Dan GUE SANGAT YAKIN! Kalau sampai foto di lukisan itu tidak ada, pasti kita akan mendapatkan MALAPETAKA! Entah di datangi ataupun di bunuh! Hahahaha
Kami pun turun ke lantai bawah museum. Ke halaman Belakang. Kami sempat berfoto-foto di kapal yang sebenarnya tidak boleh dinaiki oleh pihak museum hehehe
Setelah itu kami melanjutkan ke Jembatan Kota Intan. Disana pun abang sepeda menjelaskan sejarah Jembatan itu. Dan kami hanya membayar se-Ikhlasnya untuk pihak pengelola Jembatan Kota Intan.
Final Destination, Toko Merah.
Gedung ini sudah ditutup, dalmnya pun kosong, jadi kami hanya bisa berfoto-foto didepan gedung ini saja. Konon dulu kata si Abang sepeda, pernah ada beberapa perusahaan yang menyewa gedung ini. Namun tak sampai lama, perusahaan itu pun pindah. Mungkin gedung ini menyimpan banyak misteri pada jaman dahulu kala hihihihihihii
Setelah itu kami pun kembali ke Museum Fatahillah. Dan membayar biaya jasa Abang sepeda sekaligus memberikan Tip kepada si Abang yang sangat ramah sekali dan banyak senyum hehehehe
Sepulangnya dari Kota Tua, kami naik Busway lagi dari Stasiun Kota menuju Matraman, karena si Echa mau mampir ke 711. Nah, hehehehe Pas kita naik Busway, busway nya penuh. Gue berdiri lagi deh di deket pintu. Dan MAS-MAS BUSWAY NYA GANTENG PARAH! Namanya "Danang Setya" (nama asli bukan editan!) hahahahaha Sepeprtinya gue ke Gep ngeliatin dia pas lagi senyum ke ibu-ibu yang nanya jalan. Dan dari situ dia ngeliatin gue mulu hahahaha
Waktu itu gue berdiri di pintu sebelah kiri dan dia di kanan, TERNYATA busway ke arah Matraman ini tidak hanya membuka pintu di Kanan saja, namun juga membuka pintu di Kiri. Eh, Si Mas Danang Setya ada disebelah gue HAHAHAHAHAHAHA (*tertawa licik! Disini gue sama sekali enggak inget Razal! Serius! Hehehehe) Busway pun penuh BANGET! Sesek gue pingin pingsan. Karena bau-bau dari orang-orang bersatu padu menjadi satu didalam Busway ini -__-"
Tiba saat ketika Mas Danang Setya harus pindah lagi dari pintu Kiri ke Pintu Kanan. Weheeeyyyy.. Ini yang paling gue suka! Di berdiri didepan gue sambil bilang "permisi pak, bu" hehehe Tangan gue kan pegangan eh dia (dengan sengaja atau enggak gue gak tau) megang pegangan yang gue pegang juga Hahahahaha *jadi enak!*
Tapi enggak lama, gue harus turun di Halte Matraman, huhuhuhuhuhuu
Gue rela deh mengarungi Jakarta dan berdiri di Busway asalkan PAM Trans Jakarta-nya Mas Danang hehe
Jam setengah 9 kita baru berdiri dan jalan menuju busway, berdiri dari Pasar Rebo sampai Kp. Melayu. Untung dari Kp. Melayu sampai Pal Putih kita duduk hehehe Nah, kita transit di Pal putih dan ngelanjutin transit ke Harmoni, dari Harmoni baru kita sampai di Stasiun Kota.
Sesampainya di Stasiun Kota, gue dan Echa pun jalan lewat jalanan Bawah tanah menuju ke Museum Fatahillah. Sampai di Museum Fatahillah kami pun berfoto-foto sebelum akhirnya kami tawar-menawar dengan abang-abang yang menyewakan sepeda untuk berkeliling wisata kota tua, mulai dari Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bahari, Jembatan Kota Intan (Jembatan Merah), Toko merah dan terakhir kembali lagi ke Museum Fatahillah.
Setelah tawar menawar harga sewa sepeda, kami pun sepakat dengan harga 50 ribu untuk 2 buah sepeda sekaligus menyewa abangnya untuk menjadi pemandu wisata kami. Dan kami pun langsung berangkat menuju Pelabuhan Sunda Kelapa. Perjalan ke arah Pelabuhan Sunda Kelapa benar-benara mengerikan. Selain banyak sekali Truk-truk besar yang menuju Pelabuhan, motor-motor yang melintas-pun tidak mau mengalah kepada pengguna sepeda, karena jalan ke arah Pelabuhan itu sedang diperbaiki, maka di perempatan Pelabuhan diadakan sistem Buka-Tutup.
Di Pelabuhan Sunda Kelapa ini kami diberikan pengetahuan oleh abang sepeda tentang asal muasal nama Sunda Kelapa, dan tentang Sejarah Kota Jakarta. Tak lupa, kami pun berfoto-foto disana.
Setelah dari Pelabuhan Sunda Kelapa, kami pun melaju dengan sepeda kami ke Museum Bahari. Biaya yang dikeluarkan untuk masuk kedalam Museum Bahari sangatlah murah. Hanya sebesar Rp. 2000,- saja.
Disana Abang sepeda pun menjelaskan beberapa barang pada jaman dulu yang masih dengan baik dijaga di museum tersebut. Seperti kail ikan, peta pulau dan sebaginya. Di Museum Bahari juga terdapat Relief yang dibuat dengan menggunakan Gabus. Namun jika dilihat dari jauh, tidak tampak seperti Gabus.
Abang sepeda itu pun menjelaskan tentang sebuah Lukisan Foto wanita (sepertinya itu CUt Nyak Dien) yang ada di lantai 2. Dia berkata, "Ini dulu tempat syuting Dunia Lain". Saya pun merasakan hawa yang berbeda begitu masuk kedalam ruangan itu. Dingin dan tampak Mistis. Begitu kami keluar dari ruangan itu, abang sepeda itu pun berkata "Coba deh di cek lagi foto yang tadi didepan lukisan, ada gak gambarnya" begitu gue cek ternyata "ADA". Abang itu pun hanya senyum-senyum. Dan GUE SANGAT YAKIN! Kalau sampai foto di lukisan itu tidak ada, pasti kita akan mendapatkan MALAPETAKA! Entah di datangi ataupun di bunuh! Hahahaha
Kami pun turun ke lantai bawah museum. Ke halaman Belakang. Kami sempat berfoto-foto di kapal yang sebenarnya tidak boleh dinaiki oleh pihak museum hehehe
Setelah itu kami melanjutkan ke Jembatan Kota Intan. Disana pun abang sepeda menjelaskan sejarah Jembatan itu. Dan kami hanya membayar se-Ikhlasnya untuk pihak pengelola Jembatan Kota Intan.
Final Destination, Toko Merah.
Gedung ini sudah ditutup, dalmnya pun kosong, jadi kami hanya bisa berfoto-foto didepan gedung ini saja. Konon dulu kata si Abang sepeda, pernah ada beberapa perusahaan yang menyewa gedung ini. Namun tak sampai lama, perusahaan itu pun pindah. Mungkin gedung ini menyimpan banyak misteri pada jaman dahulu kala hihihihihihii
Setelah itu kami pun kembali ke Museum Fatahillah. Dan membayar biaya jasa Abang sepeda sekaligus memberikan Tip kepada si Abang yang sangat ramah sekali dan banyak senyum hehehehe
Sepulangnya dari Kota Tua, kami naik Busway lagi dari Stasiun Kota menuju Matraman, karena si Echa mau mampir ke 711. Nah, hehehehe Pas kita naik Busway, busway nya penuh. Gue berdiri lagi deh di deket pintu. Dan MAS-MAS BUSWAY NYA GANTENG PARAH! Namanya "Danang Setya" (nama asli bukan editan!) hahahahaha Sepeprtinya gue ke Gep ngeliatin dia pas lagi senyum ke ibu-ibu yang nanya jalan. Dan dari situ dia ngeliatin gue mulu hahahaha
Waktu itu gue berdiri di pintu sebelah kiri dan dia di kanan, TERNYATA busway ke arah Matraman ini tidak hanya membuka pintu di Kanan saja, namun juga membuka pintu di Kiri. Eh, Si Mas Danang Setya ada disebelah gue HAHAHAHAHAHAHA (*tertawa licik! Disini gue sama sekali enggak inget Razal! Serius! Hehehehe) Busway pun penuh BANGET! Sesek gue pingin pingsan. Karena bau-bau dari orang-orang bersatu padu menjadi satu didalam Busway ini -__-"
Tiba saat ketika Mas Danang Setya harus pindah lagi dari pintu Kiri ke Pintu Kanan. Weheeeyyyy.. Ini yang paling gue suka! Di berdiri didepan gue sambil bilang "permisi pak, bu" hehehe Tangan gue kan pegangan eh dia (dengan sengaja atau enggak gue gak tau) megang pegangan yang gue pegang juga Hahahahaha *jadi enak!*
Tapi enggak lama, gue harus turun di Halte Matraman, huhuhuhuhuhuu
Gue rela deh mengarungi Jakarta dan berdiri di Busway asalkan PAM Trans Jakarta-nya Mas Danang hehe
Subscribe to:
Posts (Atom)






















