April 14, 2010

I ♥ This Moment

Ini semua adalah foto-foto dimana gue bener-bener ngerasa punya temen-temen sekelas yang sangat KOMPAK!! Semua moment ini adalah saat-saat kebersamaan kita semua.



:: Buka puasa bersama di Selasih Pahlawan ::



:: Buka Puasa Bersama di Kampus Dago ::



:: On The Way Kerja Kelompok di Rumah Muti ::



:: Bikin Contekkan UAS ::



:: At Mie Sumpit, Dago Plaza ::



:: Makan Siang bersama di Black Romantic Gelap Nyawang ::



:: At Kampus Baru Jalan Belitung ::




:: Cihampelas Walk 1 ::



:: Cihampelas Walk 2 ::



:: Final Futsal At YPKP ::




:: After Final Futsal ::




I WDP-C

Imaji Jiwa - Pujangga


Hanya dirimu
Yang selalu hadirkan tawaku
Hanya dirimu
Yang bisa membuatku terhanyut

Hanya denganmu
Tak kurasakan hari yang sepi
Andai kau tau
Semua yang tersimpan dihati

[Reff]
Dan ku ingin kau mengerti
Rasa yang tersimpan kini
Dan mungkin bila kau mau
Ku kan setia untukmu
Dan janganlah engkau ragu
Kan semua isi hatiku
Dan ku ingin kau rasakan
Indah imaji jiwaku


Hanya dirimu
Yang selalu hadirkan tawaku
Hanya dirimu
Yang bisa membuatku terhanyut

Hanya denganmu
Tak kurasakan hari yang sepi
Andai kau tau
Semua yang tersimpan dihati

Berikanlah aku cinta
Berikanlah aku sayang

Back to [Reff]

April 13, 2010

Tak Mungkin Lagi - Kerispatih

Tersentak aku seketika
Seakan-akan tak percaya
Saat ku lihat kau telah berdua
Sebelum sampai diriku melepas rindu

Tak satupun kata terucap
Ketika ku tanya mengapa
Airmata penyesalan mengalir deras
Itu pun tak bisa kembalikan dirimu

Reff:
Ku maafkan semua ini
Walau tak ingin lagi ku melihatmu
Ku maklumi ketidaksabaranmu menanti
Bejana cinta yg ku tinggal sesaat
Sudahlah, lupakanlah
Tak mungkin lagi kau ku miliki

Setan Kampus

Sekarang gue mau menuliskan cerita SEREM semenjak gue masuk kuliah -_- Jadi gini, waktu itu pertama kali gue masuk kuliah, gue masuk tanggal 15 Agustus 2009, dan dulu kampus gue masih di Dago. Kampus gue yang lama itu bangunan tua gitu, rumah-rumah jaman dulu yang dirombak depannya doang. Di halaman dalem kampus ada taman, ditaman itu terdapat sebuah pohon besaaaaarr banget. Katanya sih gak bisa ditebang (*katanya!!) Hari ke hari terus berlalu, masuk lah gue kekelas 1-wdp-c. Disana gue nemuin temen-temen yang cihuy punya hahahahaa pokoknya asik-asik deh.

Kita semua suka menghabiskan waktu bareng, entah jalan-jalan ataupun makan dan main bareng usai kuliah atau pas lagi jam libur kuliah.

Sampai suatu saat gue bertemu dengan seorang temen sekelas gue yang bernama Lucky, yang wajahnya lebih horror dari setan terkutuk mana pun. HAHAHAHAHAHAHAA

Demikianlah cerita saya, semoga bermanfaat, Terima kasih :))

Kenapa Malaysia sering mencuri kepunyaan Indonesia?

Rasanya tidaklah berlebihan jika berbagai masalah yang dilakukan pihak Malaysia (Malingsia) terhadap pihak Indonesia adalah kejahatan. Indikasinya adalah rakyat kita selalu marah dengan ulah Malaysia (Malingsia) itu. Kalau kita cermati berbagai kejahatan tsb tampaknya baik jenis kejahatannya maupun jenis pelakunya begitu lengkap. Coba anda simak catatan di bawah ini:

1.Kejahatan oleh pemerintah Malaysia (Malingsia)

Setelah sukses merebut Sipadan dan Ligitan melalui Mahkamah Internasional, kita bisa melihat Pulau Ambalat pun mulai diincar Malaysia (Malingsia) dan mulai di klaim sebagai milik nenek moyang meraka.

Mungkin kalau didiamkan seluruh wilayah Pulau Kalimantan akan diklaim sebagai milik nenek moyang mereka juga. Sekarang saja wilayah perbatasan di Kalimantan sudah digrogoti sedikit demi sedikit.

Selanjutnya dalam perjalanan waktu tertentu kita bisa melihat perampokan pihak Malaysia (Malingsia) terhadap budaya dan kesenian Indonesia yang meliputi: Reog Ponorogo, lagu Rasa sayang-sayange, kain batik, angklung, tarian Indang Pariang (Sumbar), keris, wayang kulit, dan terakhir Tari Pendet.

2.Kejahatan oleh seorang raja Malaysia (Malingsia)

Korban kejahatan raja Malaysia (Malingsia) yang jahat tsb dan sudah menjadi berita besar adalah Manohara. Menurut Manohara masih ada lagi para korban lainnya yang namanya tidak terungkap.

3.Kejahatan oleh rakyat Malaysia (Malingsia)

Korban kejahatan rakyat Malaysia (Malingsia) yang sering berbuat jahat dan sudah sering menjadi berita rutin ini adalah mereka yang menjadi majikanTKI. Korbannya seperti kita ketahui adalah para TKI dalam berbagai macam korban penyiksaan, perkosaan, sampai meninggal dunia.

4.Kejahatan oleh militer Malaysia (Malingsia)

Seperti yang sudah sering diberitakan, kejahatan yang sudah sering dilakukan oleh militer Malaysia (Malingsia) adalah pelanggaran wilayah perbatasan Indonesia dan meremehkan militer Indonesia yang menjaga wilayah perbatasan. Lebih dari itu mereka terkesan seperti ngeledek angkatan laut Indonesia dengan sengaja bermain kucing-kucingan setiap kali dihalau angkatan laut Indonesia. Bener-bener kebangetan.

5.Kejahatan oleh “teroris” yang berasal dari Malaysia (Malingsia)

Kita tentu masih ingat dengan 2 pentolan teroris asal Malaysia (Malingsia). Mereka adalah DR.Azhari dan Noordin M.Top. Syukurlah, Dr.Azhari sudah tewas (khusus untuk teroris kematiannya disyukuri). Sekarang Noordin M.Top menjadi teroris paling di cari Indonesia. Teroris yang sudah malang melintang selama sekitar 9 tahun ini, sampai sekarang masih belum bisa ditangkap. Sementara jaringan pelaku bom bunuh dirinya makin luas. Kasus export teroris ini masih bisa dibantah pemerintah Malaysia (Malingsia) dengan mengatakan bahwa yang mengajarkan DR.Azhari dan Noordin M.Top menjadi teroris adalah ustadz yang berasal dari Indonesia.

6.Kejahatan oleh polisi diraja Malaysia (Malingsia)

Seperti pernah diberitakan belum lama ini bahwa pelatih karateka asal Indonesia menjadi korban pengeroyokan oleh polisi diraja Malaysia (Malingsia). Polisi kok jahat dan pengecut ? Sebelumnya juga ada berita pemerasan yang dilakukan oleh polisi diraja Malaysia (Malingsia) terhadap para TKI.

FAKTOR PENYEBAB

Apa yang menjadi penyebab dari berbagai masalah yang dibuat pihak Malaysia (Malingsia). Tampaknya masalah yang terkait dengan kejahatan dan pelanggaran hak cipta tsb disebabkan oleh hal-hal sbb:

1.Krisis moral

Kriris moral akan menyebabkan pihak manapun untuk melakukan pelanggran hak cipta setiap kali ada kesempatan di mana salah satu kesempatan tsb adalah adanya kelemahan dari pihak yang memiliki hak cipta tsb. Misalnya kurang memiliki kepedulian terhadap budaya bangsa dan kurang inisiatif untuk mengurus hak paten dari budaya bangsa tsb. Sedikit banyaknya pelanggaran hak cipta oleh pihak Malaysia (Malingsia) dsebabkan oleh kelemahan pemerintah Indonesia.

2.Tidak memiliki rasa malu

Dari banyaknya jenis budaya yang diklaim sebagai budaya Malaysia (Malingsia) seperti uraian di atas hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Malaysia (Malingsia) dan rakyatnya tidak memiliki budaya malu.

3.Rakyatnya mungkin pengecut ?

Rakyat Malaysia (Malingsia) tampaknya tidak memiliki aktifis dan budayawan seperti Randra yang berani melakukan protes terhadap pemerintahnya yang melakukan pelanggaran hak cipta. Coba anda simak pernyatan yang nadanya membodohi Indonesia dari budayawan Malaysia (Malingsia) yang bernama Ummu Hani Abu Hasan ini: “ . . . . Malaysia (Malingsia) dan Indonesia adalah negara serumpun, jadi tidak masalah jika budaya Indonesia digunakan Malaysia (Malingsia) . . . . “

4.Tidak kreatif

Budaya suatu bangsa muncul dari kreatifitas rakyatnya. Tampaknya hal ini kurang dimiliki oleh rakyat Malaysia (Malingsia). Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab dirampoknya budaya Indonesia seperti uraian di atas.

KOREKSI DIRI

Rasa nasioalisme yang sangat terusik oleh ulah Malaysia (Malingsia) itu hendaknya jangan hanya menimbulkan realsi keras seperti uraian di atas yang memang menjadi hak kita. Rasa nasionalisme harusnya juga memotivasi kita untuk melakukan koreksi diri. Saya yakin jika kita diperlakukan sembarangan oleh pihak lain, pastilah hal tsb disebabkan oleh adanya berbagai kelemahan yang ada pada diri kita, yang perlu dikoreksi dan diperbaiki.

Pelanggaran wilayah dan perampokan budaya Indonesia oleh pihak Malaysia (Malingsia), sedikit banyaknya juga disebabkan oleh kelemahan pemerintan Indonesia dan rakyatnya dalam berbagai hal, seperti kurang perhatian dalam perlindungan TKI, kurang menghargai budaya bangsa sendiri, kurang memiliki inisiatif untuk membuat hak paten budaya bangsa, kelemahan dalam penjagaan wilayah perbatasan, dll.

Perhatikanlah bagaimana pihak Malaysia (Malingsia) memberi pernyataan yang membodohi Indonesia dengan mengatakan bahwa iklan pariwata yang menggunakan tari pendet dibuat oleh pihak swasta yang tidak mengatasnamakan pemerintah Malaysia (Malingsia).




 

Vania Ika Aldida Copyright © 2011 by Vania Ika Aldida